Minggu, 17 April 2016

Miris, 5 Tambang Besar Milik Indonesia Justru Dikuasai Asing

Sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, kekayaan alam yang ada di Indonesia dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. Sayangnya, kekayaan alam yang ada di Indonesia tak semuanya dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
Bahkan hampir semua kekayaan alam yang berupa tambang, justru dikuasai oleh asing. Lantas kenapa Indonesia hanya diam saja? Lima tambang besar milik Indonesia ini, menjadi bukti jika penduduk asing justru menjadi penguasa. Indonesia hanya jadi penonton yang tak bisa apa-apa.

1. TAMBANG EMAS DI PAPUA

Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Setidaknya di dalam bumi Papua terkandung berton-ton emas murni yang akhirnya dikeruk ke permukaan. Indonesia tidak bisa melakukannya hingga Freeport mengambil alih sejak tahun 60-an. Selama 50 tahun lebih, Freeport terus mengambil keuntungan yang tak ada habisnya sementara Indonesia hanya bisa melongo.
Tambang Emas di Papua [image source]

Coba kita tengok masyarakat Papua saat ini. Kehidupan mereka benar-benar mengenaskan. Bisa dibilang Papua adalah daerah Indonesia yang paling tak tersentuh pemerintah. Namun pengorbanan yang mereka lakukan sangat banyak. Tergusur dari hutan yang jadi tempat tinggal hingga harus hidup dengan serba kekurangan. Lantas di mana nurani pemerintah kita melihat hal ini?

2. TAMBANG GEOTHERMAL DI JAWA BARAT

Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang geothermal atau panas bumi. Banyaknya gunung api aktif membuat wilayah di Indonesia berpotensi untuk digali sebagai ladang geothermal. Salah satu yang terbesar di Indonesia berada di Gunung Salak, Jawa Barat. Perusahaan yang mengelola tambang ini adalah PT Chevron.
Tambang Geothermal di Jawa Barat [image source]
Panas bumi yang diolah oleh PT Chevron digunakan untuk pembangkit listrik. Energi panas bumi mampu dikonversi menjadi energi listrik dalam jumlah yang besar. Sayangnya, banyak penduduk di sekitar Gunung Salak justru tidak merasakan listrik. Mereka masih menggunakan penerangan seadanya. Padahal alam mereka lah yang memberikan banyak sekali sumber daya tak terbatas itu. Miris, kan?
Load disqus comments

0 komentar